logo batamtoday
Senin, 12 April 2021
PKP


3 Varian Virus Corona Diklaim Belum Ditemukan di Indonesia
Senin, 15-02-2021 | 13:08 WIB | Penulis: Redaksi
 
Ilustrasi.  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi Indonesia, Bambang Brodjonegoro, mengatakan tiga varian virus corona asal Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil belum ditemukan di Indonesia. Meski begitu dikatakan perlu pengawasan lebih ketat untuk mengidentifikasi transmisi pertama di dalam negeri.

Bambang menjelaskan tiga varian corona dari tiga negara itu yang saat ini dikhawatirkan pihaknya sebab masing-masing punya karakteristik berbeda dan cenderung lebih berbahaya dari SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

PKP

Virus yang dipahami penting melakukan mutasi sebagai bagian dari proses bertahan hidup dikatakan Bambang kini bisa berevolusi dan beradaptasi dengan cepat pada lingkungan yang berbeda-beda. Bambang mengaku tidak terkejut ditemukannya mutasi virus corona.

"Mutasi, yaitu perubahan pada material genetik virus, ketika mencoba beradaptasi pada inangnya. Akumulasi rata-rata mutasi sekitar 1-2 mutasi per bulan. Jadi sebenarnya kami tidak terkejut ditemukan mutasi baru, jadi pertanyaan selanjutnya apakah mutasi baru lebih berbahaya atau menciptakan dampak baru," katanya dalam diskusi 'pengawasan genom, mutasi, dan vaksin' berbahasa Inggris yang disiarkan di Youtube, Senin (15/2/2021).

Berdasarkan pemaparan Bambang, tiga varian SARS-CoV-2 yang dikhawatirkan adalah B 1.17 dari Inggris, B 1.351 dari Afrika Selatan, dan B 1.1.28.1 dari Brazil. Ketiga varian ini dikatakan belum ditemukan di Indonesia.

Varian Inggris disebut 50 persen lebih menginfeksi dan 35 persen mematikan, namun kabar baiknya dikatakan tidak mengganggu efikasi vaksin.

Sementara varian Afrika Selatan diungkap membuat vaksin kurang efektif sehingga menimbulkan kekhawatiran orang yang sudah positif dalam terinfeksi lagi dengan varian baru ini. Sedangkan varian di Brasil ditulis dalam presentasi mampu meningkatkan penularan.

"Setelah kami mengawasi tiga varian, Inggris, Afrika Selatan, dan Brazil, kami tahu bahwa dampak mutasi virus sangat serius. Pengawasan sangat diperlukan, kami perlu melakukan pengawasan intensif untuk mengindentifikasi tipe mutasi yang sudah ditransmisikan di Indonesia," ucap Bambang.

Menurut Bambang, kendati belum ditemukan di Indonesia ketiga varian sudah ada di sekitar Nusantara.

"Misalnya varian Inggris sudah ada di Australia dan Singapura, varian Brasil sudah ada di Jepang, varian Afrika Selatan sudah ada di beberapa negara di Asia," ujar Bambang.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha

Evitel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit