logo batamtoday
Senin, 12 April 2021
PKP


Dari Birokrat 29 Tahun, Muhammad Ishak Menuju Kursi Bupati Lingga
Jum\'at, 02-10-2020 | 15:36 WIB | Penulis: Bayu Yiyandi
 
Muhammad Ishak saat menjadi camat, berfoto dengan seluruh kades se-Kecamatan Lingga usai upacara HUT Kemerdekaan RI di Daik 2002. (Foto: Ist)  

BATAMTODAY.COM, Lingga - Berlatar belakang pendidikan sarjana perikanan serta Magister Manejemen, salah satu kandidat Calon Bupati di Pilkada Kabupaten Lingga Muhammad Ishak, bisa dibilang memiliki segudang pengalaman dalam dunia pemerintahan sejak menjadi seorang Aparatus Sipil Negara (ASN) selama kurang lebih 29 Tahun.

Itu dibuktikan dengan beberapa jabatan strategis yang pernah dipegangnya. Mulai dari belum terbentuknya Lingga sebagai Kabupaten di Kepri hingga sampai pada masa sekarang. Banyak hal serta dinamika pembangunan daerah yang telah dibuat dan dilalui oleh dirinya.

PKP

Pada tahun 2001, Muhammad Ishak dilantik menjadi Camat Lingga oleh Huzrin Hood yang waktu itu menjabat sebagai Kabupaten Kepulauan Riau sebelum menjadi Provinsi Kepri. Jabatan Camat ini dipegangnya baru berjalan efektif pada tahun 2004 setelah Kabupaten Lingga terbentuk.

Bupati Lingga saat itu, Daria langsung menunjuk dirinya merangkap jabatan sebagai Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Berbagai usulan pembangunan pertama mulai berjalan. Salah satunya usulan pembangunan pelabuhan Sei Tenam sebagai pelabuhan Cargo oleh Gubernur Riau pada tahun 2002.

Seperti diketahui Pelabuhan Sei Tenam saat ini sudah berubah menjadi salah satu pelabuhan reguler yang dimiliki Kabupaten Lingga.

"Keberhasilan usulan pelabuhan Sei Tenam tidak terlepas dari dukungan orang tua dan teman kita waktu di Pekanbaru yakni bapak Sutarman dan M Tahir Ismail serta Yusran yang saat itu menjabat sebagai Kades Mentuda," kata Muhammad Ishak saat berbincang santai bersama BATAMTODAY.COM.

Pembangunan lain saat Lingga masih sebagai pusat Kecamatan yakni pembangunan Museum Mini Linggam Cahaya di Damnah, Daik yang sekarang sudah berubah menjadi Museum Linggam Cahaya. Pembangunan museum ini merupakan salah satu idenya bersama Ansar Ahmad dengan tujuan untuk mengumpul benda Cagar Budaya.

Setelah berdiri, Ishak langsung membuat Gerakan Sayang Benda Cagar Budaya (GSBCB) yang saat itu didukung penuh oleh para Kades setempat maupun masyarakat yang ada di Pulau Lingga.

Pembangunan museum Mini Linggam Cahaya bersumber dari dana APBD Provinsi Riau dan dibangun pada tahun 2002. Pembangunan sekaligus bersamaan dengan jalan Damnah termasuk Replika Istana Damnah. Sedangkan untuk rumah penjaga museum dari APBD Kabupaten Kepulauan Riau.

Berjalannya waktu, berbagai pembangunan lain mulai diinisiasinya lagi diantaranya seperti, Pembangunan Lapangan Bola Sultan Mahmud Riayat Syah yang waktu itu digunakan untuk perayaan HUT RI tahun 2002, kemudian Jalan Engku Aman Kelang dan Pembangunan Tuga Meriam.

Yang lebih menarik, dirinya merupakan salah satu penggagas untuk pemberi nama-nama jalan yang ada di Kabupaten Lingga. Nama jalan ini banyak diambil dari nama pejuang Kesultanan, Situs Sejarah dan pembesar Kerajan Melayu Riau-Lingga dahulu.

"Karna itulah kalau ke Lingga ada nama Jalan Datuk Laksamana, Jalan Sultan Abdurrahman dan sebagainya," ujar Ishak

Dirinya juga salah satu pengusul pemekaran Kecamatan Lingga Utara yang waktu itu pemekaran dari kecamatan Lingga karna melihat jangkauan kecamatan Lingga sangat luas dan dirasa lamban dalam memberikan pelayanan serta pembangunan berjalan lamban.

Alhasil, atas dukungan masyakarat pemekaran resmi dilakukan pada tahun 2003 yang disetujui oleh Bupati Kepulauan Riau saat itu Ansar Ahmad.

Melihat berbagai dinamika pembangunan yang telah berjalan dengan baik. Perjalanan Ishak sebagai seorang ASN semakin dipercaya didalam dunia birokrasi. Jabatan strategis seperti kepala Dinas dan Badan mulai dipegangnya.

Hingga pada akhirnya setelah kurang lebih 29 tahun lamanya menjadi seorang Abdi Negara, Ishak memilih jalan baru yang tidak pernah ia lalui semasa hidupnya. Yakni terjun ke dunia Politik maju menjadi Calon Bupati di Pilkada Lingga.

Merasa terpanggil untuk membangun tempat kelahirannya sebagai seorang bupati, ia optimis bisa mewujudkan Lingga lebih baik lagi kedepan dengan visi Lingga yang Maju, Lingga Agamis dan Lingga Berbudaya.

Pertanyaannya, apakah jalan baru yang ditempuh Ishak ini bisa mulus seperti saat ia meniti karir menjadi seorang ASN yang dibilang sangat lama dan berpengalaman di dunia pemerintahan. Kita tunggu tanggal 9 Desember 2020 menjadi penentuanya.

Editor: Dardani

Evitel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit