logo batamtoday
Senin, 17 Juni 2019
Banner-PKP


Mahasiswa Kepri Tuntut Evaluasi Penyelengaraan Pemilu 2019
Jumat, 24-05-2019 | 14:52 WIB | Penulis: Charles Sitompul
 
Dialog Komisioner KPU Kepri dengan KAMMI Tanjungpinang. (Foto: Charles)  

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Puluhan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Kota Tanjungpinang datangi Kantor KPU Kepri menuntut evaluasi menyeluruh pelaksanaan pemilu 2019 pada Jumat (24/5/2019).

Kedatangan mahasiswa ini disambut dan diterima Komisioner KPU Kepri Sri Wati dan Arison. Kemudian melakukan audensi di ruang Rapat Utama KPU Kepri.

Dalam tuntutanya, koordinator aksi mahasiswa Baginda Raja Ismail Munteh mengatakan, pihaknya meminta KPU dan pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan sistim Pemilu 2019 yang menurutnya, menyisakan banyak permasalahan.

"Khususnya kami menyoroti kejadian meninggal dan sakitnya ratusan anggota KPPS dan PPK di seluruh Indonesia dan Kepri di Pemilu 2019 ini," ujarnya.

Dari data yang diperoleh, tambah Baginda Raja, terhapat 11 ribu lebih yang menderita sakit, serta 527 orang lainya meninggal dunia.

"Selain mengenai sistim pemilu, juga perlu diperhatikan rekrutmen KPPS yang harusnya membatasi umur, hingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Dalam dialog dengan KPU Kepri itu, mahasiswa juga memyoroti besaran anggaran KPU yang mencapai Rp 24 triliun tapi honor dan pertanggungan kesehatan penyelenggara pemilu tidak terperhatikan.

Menanggapi tuntutan Mahasiswa, Ketua KPU Kepri Sri Wati dan Komisoner KPU Kepri Arison didampingi Sekretaris KPU Kepri Arianto Subroto menjelaskan, jika sampai saat ini sistem pelaksanaan pemilu 2019 menjadi atensi dam perbincangan KPU dan semua pihak untuk dievaluasi.

"KPU juga terus mengevaluasi sistim pelakaanaan, sambil menuntaskan rangkaian pelaksanan pemilu yang saat ini sudah tahapan penetapan hasil rekapitulasi," sebutnya.

Sri menambahkan, dalam Pemilu 2019 KPU sudah kerja secara maksimal untuk menyukseskan Pemilu, kendati harus diakui masih ada kekurangan.

"Untuk kekurangan terus dievaluasi, dan kami juga meminta dukungan dari mahasiswa, serta mengajak mahasiswa pada 2020 dapat berpartisipasi sebagai penyelenggara Pemilu," ujarnya.

Terkait dengan masalah pendanaan, Sekretaris KPU Kepri Arianto Subroto, mengakui jika dana penyelenggaraan Pemu 2019 mencapai 24 Triliun. Namun dana tersebut banyak digunakan untuk membayar honor dan gaji 7 juta lebih anggota KPPS dan PPK ditambah pengadaan 6 juta kotak suara di seluruh Indonesia.

"Secara angka alokasinya memang besar, tetapi perlu diketahui gaji anggota KPPS dan PPK yang paling banyak. Dan ketika KPU meminta honor KPPS dan PPK ditambah 100 ribu, DPR-RI sudah langsung menolaknya," ujar Subroto.

Banyaknya anggota KPPS dan PPK yang meninggal, tambah Subroto, KPU juga merasa angat berduka, dan telah melaksnakan doa bersama pada solat Jumat di kantor KPU masing-masing mulai dari LPU pusat hingga ke KPU Kabupaten/kota.

Usai melaksanakan dialog, dan sebelum bubar, Mahasiswa juga menyerahkan secara langsung tuntutanya kepada KPU Kepri dengan harapan, KPU Kepri akan dapat menyampikan hal tersebut ke KPU pusat.

Editor: Yudha

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit