logo batamtoday
Sabtu, 20 Juli 2019
Banner-PKP


Dua Dasawarsa Provinsi Kepri Minim Pembangunan, BP3KR Keluarkan Maklumat
Kamis, 16-05-2019 | 08:04 WIB | Penulis: Charles Sitompul
 
Ketua Pengarah BP3KR, Huzrin Hood. (Foto; Batamtoday.com)  

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Badan Penyelaras Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) mempertanyakan kinerja pemerintah Provinsi Kepri. Pasalnya, tujuan dan cita-cita pembentukan Provinsi Kepri yang sudah dua dasawarsa, tapi minim prestasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui sebuah maklumat yang diterim BATAMTODAY.COM, BP3KR menyatakan, dua dasawarsa pembentukan provinsi Kepri 1999-2019, menimbulkan pertanyaan di hati semua masyarakat, "Apa yang kita bisa dan kenapa biasa saja,".

Ketua Pengarah BP3KR Horzrin Hood mengatakan, kehidupan masyarakat dalam 20 tahun Provinsi Kepri terbentuk, kesejahteraan maayaraakt terkesan lambat, pengangguran meningkat, pelayanan pendidikan dan kesehatan masih kurang dirasakan masyarakat.

"Ketertinggalan Natuna Anambas dan Lingga dari Batam serta Bintan dan Karimun patut dipertanyakan," ujarnya.

Maka Pada momen peringatan 20 Tahun provinsi Kepri ini terbentuk, sambung Huzrin, seluruh tokoh dan pejuang pembenrukan Provinsi Kepri, yang terhimpun dalam Yayasan BP3KR meminta pada pemerintah provonsi Kepri dalam hal ini gubernur dan jajarannya serta anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau agar hendaknya, memprioritaskan anggaran pembangunan yang transparan dan akuntabel, serta fokus pada pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah kebutuhan rakayat tersebut menurut BP3KR asalah seperti kebutuhan pelayanan kesehatan, Pendidikan, rumah layak huni, serta calaian tujuan masyarakat yang cerdas dan berakhlak mulia serta unggul di bidang maritim, yang terukur dan terbukti dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Kami juga meminta agar pemerintah dan DPRD tidak terlalu banyak menghamburkan dana APBD hanya untuk SPPD perjalanan dinas serta kegiatan seremonial atau membangun infrastruktur dengan dalih mengutamakan kawasan KEK dan FTZ, hingga mengabaikan sektor pertanian dan Perikanan rakyat dan pengembangan ekonomi lokal yang merupakan benteng tangguh bagi ekonomi kerakyatan," ujar Huzrin.

Ketua Pengarah BP3KR itu juga mengatakan, sehubungan dengan pelaksanaan bulan suci Ramadhan dan menyambut hari raya idul Fitri, peringatan hari jadi Pembentukan Provinsi Kepri 15 Mei 1999-15 Mei 2019 tidak dirayakan.

"Tetapi BP3KR merencanakan atas permintaan masyarakat yang peduli terhadap perjalanan Provinsi Kepulauan Riau merencanakan, akan mengadakan "Mubes Rakyat Provinsi Kepulauan Riau setelah pelaksanaan idul Fitri," ujarnya.

Mubes Rakyat itu bertujuan untuk, mengevaluasi, seluruh kinerja pelaksanaan pembangunan Provinsi Kepulauan Riau dengan moto "Berpancang Amanah Bersauh Marwah" itu.

"Karena provibsi ini dibentuk sebagai tekad bersama dalam membangun Kepri, menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap memperhatikan nilai-nilai budaya Melayu yang didukung oleh masyarakat yang sejahtera cerdas dan berakhlak mulia,"pungkas Huzrin.

Editor: Dardani

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit