logo batamtoday
Rabu, 24 Juli 2019
Banner-PKP


Kekosongan Sembako di Natuna Tunggu Kiriman dari Luar Daerah
Rabu, 15-05-2019 | 10:40 WIB | Penulis: Kalit
 
Aktivitas di Pasar Ranai, Kabupaten Natuna. (Ist)  

BATAMTODAY.COM, Natuna - Sejumlah barang kebutuhan pokok di Kabupaten Natuna mengalami kekosongan. Hal ini disebut akibat pengiriman dari luar kota tersendat.

Imbas dari kekosongan sejumlah kebutuhan ini membuat harga mengalami kenaikan. Bahkan para pedangang mengaku belum tahu sampai kapan pasokan sembako ini akan normal kembali.

Pantauan BATAMTODAY.COM di Pasar Ranai, harga danging ayam beku mencapai Rp 45 ribu/Kg. Harga itu justru lebih mahal dibanding ayam segar yang dipatok sekitar Rp 40 ribu/Kg.

"Ayam beku ini hanya sekitar 9 Ons, tak sampai 1 Kg. Dan kami dapat pasokan dari Tanjungpinang lantaran mendapat bagian dari rekan pengusaha ayam potong," ujar Ujang, salah satu penjualan daging ayam beku di Pasar Ranai, Selasa (14/5/2019).

Ujang mengaku, belum mengetahui secara pasti kapan pasokan ayam potong segar kembali normal. Sebab sejauh ini para peternak ayam potong belum memberikan kabar pasti.

"Gak tau sampai kapan. Yang jelas kondisi ini sudah berlangsung sejak awal bulan puasa," tandasnya.

Sementara itu, Umi, pedagang lainnya, meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Perdagangan Natuna untuk membantu mencari solusi terkait kelangkaan sejumlah sembako, seperti cabai merah segar yang hingga kini masih mengalami kekosongan.

"Di beberapa lapak banyak kosong, meskipun ada itu sudah pesanan orang. Kalau bisa pasokan sembako bisa kembali stabil," harapnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Disperindagkop Natuna, Agus Supardi menjelaskan, stok ayam potong di beberapa pedagang di luar Pasar Ranai masih banyak dan diperkirakan hingga jelang lebaran nanti masih aman.

"Kalau stok ayam potong di beberapa tempat masih banyak seperti di tempat Ahen stok ayam masih mencukupi, begitu juga di daerah Pramuka dan Bandarsyah masih aman," kata Agus kepada BATAMTODAY.COM, Rabu (15/5/2019).

Tambahnya, memang untuk di wilayah Pasar Ranai, pedagang mengambil ayam beku dari Tanjungpinang dan harganya pun lebih tinggi dibandingkan dengan ayam potong. "Mungkin masyarakat terbiasa membeli di Pasar Ranai, dan tidak mencari di luar pasar. Karena stok ayam di beberapa pengusaha masih aman terkendali," ucapnya.

Agus mengatakan, pihaknya sempat mengkhawatirkan stok gula pasir yang beberapa hari kemarin sempat mengalami kokosongan di beberapa toko. Sehingga membuat harganya mengalami kenaikan.

"Yang paling saya khawatirkan adalah stok gula sempat mengalami kekosongan, namun dalam beberapa hari ini sudah bisa kembali normal. Ketika kosong harga gula yang biasanya Rp 12 ribu/Kg, naik menjadi Rp 14 ribu/Kg. Itulah hukum pasar di mana barang langka harga dinaikan," ujarnya.

Selain gula, lanjut Agus, kekosongan juga pada komoditi cabai merah segar yang hingga kini masih harus dipesan dari luar Natuna seperti Pontianak dan Tanjungpinang. "Untuk komoditi cabai merah segar masih mengalami kekosongan, karena harus menunggu kapal dari Pontianak dan Tanjungpinang yang mengangkut cabai. Namun kita tetap memantau perkembangan pasokan sembako untuk masyarakat hingga lebaran nanti," pungkasnya.

Editor: Gokli

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit