logo batamtoday
Selasa, 22 Januari 2019
Banner PKP


Pemberlakuan Bagasi Berbayar Lion Air Tuai Reaksi UKM Batam
Jumat, 11-01-2019 | 16:29 WIB | Penulis: Hendra Mahyudi
 
Syarif selaku Manager Operasional Oleh-oleh Batam Nayadam. (Foto: Hendra)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Khitah (kebijakan) Lion Air Group menerapkan bagasi berbayar menuai banyak reaksi dari masyarakat, khususnya dari penggiat Usaha Kecil Menengah (UKM) Batam.

Hal ini ldisampaikan oleh Syarif selaku Manager Operasional Oleh-oleh Batam Nayadam. Ia mengatakan bahwa kebijakan ini akan sangat berdampak sekali pada penggiat UKM yang bergerak di bidang oleh-oleh.

Apalagi Indonesia ini adalah negara kepulauan yang mana secara otomatis untuk transportasi jarak jauh yang paling banyak digunakan adalah pesawat.

"Kalau dari pesawat sendiri sudah dibatasi bagasinya, ya otomatis akan berdampak sekali ke kita," ujarnya.

Hal yang diucapkan Syarif, memang benar adanya. Dikarenakan untuk usaha oleh-oleh di Batam sendiri banyak yang telah menghandle (bekerjasama) dengan group-group travel dalam jumlah satu bis.

Secara otomatis ketika wisatawan tersebut ingin membeli oleh-oleh untuk saudaranya di kampung halaman akan kembali berpikir ulang dikarenakan kebijakan bagasi berbayar tersebut.

"Apalagi kita sering menghandle kayak group-group satu bis, secara otomatis pasti mereka (wisatawan) sering beli paketan satu dus. Nah, sekarang kalau sudah seperti ini? Kita sudah sangat terbebani," ujarnya lagi.

Syarif yang juga memiliki salah satu usaha di bidang pariwisata ini, dengan tegas menolak kenaikan dan khitah perihal bagasi yang sedang banyak diberitakan belakangan ini.

Tak hanya Syarif, mengenai kebijakan itu, dia juga mengatakan hampir seluruh penggiat usaha bidang oleh-oleh di Batam menolak kebijakan tersebut.

"Kita jelas menolak hal ini, terutama kawan-kawan lain di bidang oleh-oleh kayak Zulaiha, Tok Ngah, Cake Pisang Villa, dan saya sendiri Nayadam. Pasti mereka juga akan sangat terimbas sekali dengan kondisi seperti ini," lanjutnya.

Masih Syarif, bisa dikatakan hampir semua dari penggiat UKM oleh-oleh di Batam menolak kebijakan tersebut.

"Beda mungkin kalau yang di Jawa sana, mungkin tidak ada pengaruh ya. Kayak dari Bandung ke Jawa (daerah lainnya) mereka masih bisa jalur daratkan?!," lanjutnya lagi.

Kepada pewarta Syarif mengatakan agar pemerintah atau instansi terkait kembali mengkaji ulang perihal regulasi bagasi berbayar tersebut. Karena hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi usaha-usaha kecil di bidang oleh-oleh yang senyatanya juga membantu perkembangan wisata di suatu daerah.

Editor: Yudha

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit