logo batamtoday
Rabu, 19 Desember 2018


Mantan Dirut Pertamina Dwi Soetjito Dilantik Jadi Kepala SKK Migas
Selasa, 04-12-2018 | 08:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Dwi Soetjipto dilantik sebagai Kepala SKK Migas (Foto: Tempo.co)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto dilantik menjadi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Senin (3/12/2018).

Dwi Sutjipto menggantikan Amien Sunaryadi yang pensiun pada 20 November 2018 lalu. "Kepitusan Presiden 57/2018 tentang pemberhentian Kepala SKK, Presiden RI menimbang mengingat dan seterusnya, memutuskan memberhentikan dengan hormat Amien Sunaryadi sebagai Kepala SKK disertai ucapan terima kasih. Kedua mengangkat saudara Dwi Sutjipto sebagai Kepala SKK," ujar Jonan.

Sebagai Kepala SKK MIgas, Jonan meminta beberapa hal kepada Dwi seperti meningkatkan cadangan migas dan eksplorasi wilayah kerja (WK). "WK determinasi dan diperpanjang itu diwajibkan menyerahkan komitmen kerja pasti yang sampai sekarang dua miliar dolar AS untuk 10 tahun ke depan. Ini untuk eksplorasi," katanya.

Jonan juga meminta Kepala SKK Migas menyelesaikan WK yang sudah habis mas akontrak atau terminasi. Jonan mengatakan terdapat WK terminasi yang perlu diselesaikan dengan masa jatuh tempo sampai 2023.

"Tolong bantu Ditjen Migas untuk lelang WK eksplorasi. Ada yang mudah ini pak, ada kontraknya yang diubah," jelas Jonan.

Selain itu, Jonan meminta SKK Migas dapat semaksimal mungkin menggunakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Jonan menilai untuk meningkatkam TKDN memang tidak mudah dalam meningkatkan cadangan migas.

"Tapi ini (meningkatkan TKDN) niatnya baik. Kalau bisa diadakan dalam negeri ya diadakan, kalau tidak ya tidak," tutur Jonan.

Sementara itu, mantan Kepala SKK Migas yaitu Amien Sunaryadi juga memberikan beberapa pesan kepada penggantinya. Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan giant discovery.

"Pertamina atau yang lainnya tidak pernah giant discovery, tapi sekarang Pertamina dan perusahaan lain terikat kontrak dengan SKK Migas untuk penggunaan eksplorasi dengan nilai dua miliar dolar AS," jelas Amien.

Amien menilai, tim SKK Migas sudah berusaha meningkatka produksi namun dia melihat lifting minyak hanya naik 300 ribu bph. Hanya saja, menurut Amien angka tersebut bukan yang dibutuhkan Indonesia.

"Indonesia butuh 1,5 juta bph. Sejak zaman dulu tidak satupun perusahaan Indonesia pernah discovery seukuran giant discovery," ungkap Amien.

Dwi sendiri mengaku sudah memiliki beberapa yang akan dilakukan etelah resmi menjabat sebagai Kepala SKK Migas.

"Dalam diskusi dengan Pak Amien dan kawan-kawan, nanti kita lanjutkan nanti malam. Kita ada 11 pending matters yang akan kita sampaikan," kata Dwi.

Dia menjelaskan semua hal tersebut akan dicoba diselesaikan selama tiga bulan ke pertama setelah menjabat sebagai Kepala SKK Migas. Dwi memastikan hal tersebut masuk dalam rencana kerja 2019.

Termasuk juga dengan penyelesaian beberapa plan of development (POD). "Masela dan proyek IDD itu juga termasuk di dalamnya. Masela tahun depan. Nanti saya lihat bagaimana, yang penting tentu harus segera," jelas Dwi.

Sementara itu, Dwi mengatakan untuk meningkatkan produksi migas harus ada investasi. Dia menilai investasi yang sudah dilakukan pada tahun ini akan berdampak pada 2019.

Demikian juga pada 2019, kata dia, jika terdapat investasi akan berdampak pada tahun selanjutnya untuk meningkatkan produksi. "Jadi nanti kendala-kendala yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi akan kami diskusikan dengan Pak Menteri (Ignasius Jonan)," jelas mantan Direktur Utama PT Pertamina tersebut.

Mengenai cadangan migas, Dwi menuturkan juga membutuhkan investasi besar. Dia menegaskan, peningkatan cadangan migas tersebut harus dilakukan melalui kegiatan eksplorasi yang masif dengan mengundang investor.

Untuk itu, setelah menjabat menjadi Kepala SKK Migas, Dwi memastikan pihaknya akan melakukan pemetaan. "Ini untuk mencari yang di mana potensinya besar. Nanti yang sudah dipahami oleh tim akan dipelajari lebih dalam," ungkap Dwi.

Seperti diketahui, mantan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi  pensiun pada 20 November 2018 lalu. Amien pensiun dengan meninggalkan tiga pekerjaan rumah penting yang harus dirampungkan oleh calon bos SKK Migas berikutnya, yaitu investasi migas yang loyo, cost recovery yang masih membengkak, serta produksi migas yang cenderung terus menurun.

Editor: Surya

batamtoday13th
 
evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit