logo batamtoday
Selasa, 13 November 2018
Banner PKP


Tolak Bencana, Warga Kampung Terih Gelar Ritual Mandi Safar
Kamis, 08-11-2018 | 09:40 WIB | Penulis: CR-2
 
Ritual Mandi Safar di Kampung Terih, Kecamatan Nongsa, Kota Batam untuk menolak bencana dan menyambut 29 Safar 1440 H. (Foto: Putra)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Masyarakat Kampung Terih, Kecamatan Nongsa, Kota Batam melaksanakan ritual budaya Mandi Safar dalam menyambut 29 Safar 1440 Hijriyah.

Bagi masyarakat di Kampung Terih, Kelurahan Sambau, Mandir Safar sendiri merupakan ritual budaya yang bertujuan untuk membentengi diri dari 360 ribu bala atau musibah yang diturunkan Allah pada hari tersebut.

Dengan menjalani ritual ini, diyakini masyarakat akan terhindar dari ancaman bencana yang diturunkan. "Boleh percaya, boleh juga tidak. Ini ritual budaya orangtua kami sejak dulu," kata Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Nongsa, Mazlan Madiun, ketika ditemui pada saat kegiatan Mandi Safar pada Rabu (7/11/2018).

Mazlan mengatakan, pada dasarnya Mandi Safar adalah memohon perlindungan kepada sang pencipta, melalui rangkaian doa bersama seusai menjalani prosesi mandi tersebut, berharap bala yang diturunkan Tuhan tidak menimpa masyarakat.

"Prosesnya Mandi Safar ini memakai tepung beras, kayu ulin, dan daun jeruk. Tepung beras yang telah dicampur dengan kayu ulin dan daun jeruk, kemudian diusap ke wajah sebelum turun ke laut," ujarnya.

Seno bin Asnan, warga Kampung Terih yang juga dituakan di masyarakat Terih mengatakan, untuk sampai pada prosesi mandi tersebut, harus melalui izin dari orangtua yang benar-benar paham dengan kampungnya. Nantinya di lokasi yang telah ditentukan itulah masyarakat akan turun ke laut untuk mandi.

"Daerah ini juga ada yang mendiami selain kami (manusia), alam ini ada penghuninya, sehingga harus diberitahu dulu," katanya.

Setelah itu, masyarakat juga diarahkan untuk menyelam ke arah laut sebanyak tiga kali, lalu menyelam lagi ke arah daratan sebanyak tiga kali untuk mengakhiri proses mandi tolak bala ini. Mandi safar pun kemudian diakhiri dengan acara berdoa bersama.

Bagi masyarakat Kampung Terih, Mandi Safar adalah agenda rutin yang selalu dijalankan. Selain sebagai upaya memohon perlindungan, rangkaian acara mandi ini telah menjadi budaya turun temurun.

Editor: Gokli

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit