logo batamtoday
Selasa, 20 November 2018
Banner PKP


Ma'ruf Amin Bicara Islam Wasathiyah di Singapura
Kamis, 18-10-2018 | 08:40 WIB | Penulis: Redaksi
 
KH Ma'ruf Amin memberikan kuliah umum mengenai Islam Al Wasathiyah di RSiS NTU Singapura  

BATAMTODAY.COM, Singapura - KH Ma'ruf Amin memberikan kuliah umum dalam forum Indonesian Leaders Public Lecture Series di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University (RSiS NTU) Singapura, Rabu (17/10). Pada kesempatan itu, ia berbicara mengenai Islam Wasathiyah.

Ia menjelaskan komitmen Islam Wasathiyah di Indonesia beberapa tahun terakhir merupakan peneguhan ulang implementasi Islam moderat anutan arus utama muslim Indonesia.

"Hal itu penting sebagai respons atas penguatan dan konsolidasi ekstremisme atas nama Islam, baik kiri maupun kanan, dalam beberapa tahun terakhir,""kata Ma'ruf dalam materi kuliah umum yang diterima di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Cawapres nomor urut 1 itu mengatakan Indonesia merupakan negara berpopulasi Muslim terbesar, menganut demokrasi, dan memiliki anatomi demografi yang heterogen. Ia menambahkan relasi Islam dan negara di Indonesia pun memiliki dinamika unik.

Menurutnya, Indonesia tidak menganut teokrasi, yang berpijak pada satu agama tertentu. Kendati demikian, Indonesia bukan negara sekular yang memisahkan agama dari negara.

Indonesia memiliki konsensus khas dalam mengelola relasi agama dan negara, yang prinsipnya tertuang dalam Pancasila dan Konstitusi. Ia menekankan, Islam Wasathiyah adalah model ekspresi dan pemahaman Islam yang relevan dalam bingkai kenegaraan di Indonesia.

Ia menerangkan model relasi Islam dan negara demikian itu telah menjadi perdebatan panjang sejak sebelum proklamasi kemerdekaan (1945). Kemudian, relasi Islam dan negara mengalami proses pematangan dalam berbagai fase dan pergulatan penting sejarah Indonesia merdeka.

Kiai Ma'ruf mengatakan perdebatan Islam moderat juga diwarnai beberapa pemberontakan, gerakan protes masyarakat, debat alot di lembaga konstituante yang dihentikan melalui dekrit presiden.

"Hingga makin kukuh sebagai konsensus nasional, setelah amendemen UUD 1945, pada tahun-tahun awal reformasi," kata dia.

Ia pun menjelaskan, sejarah semangat Wasathiyah sebagai prinsip moderasi Islam bukanlah realitas baru di Indonesia. Mayoritas umat Islam Indonesia dalam sebagian besar sejarahnya menganut Islam moderat.

"Belakangan ini Islam moderat penting diteguhkan, mengingat ekstremisme atas nama Islam makin menjadi-jadi," kata Kiai Ma'ruf.

Dia mengatakan Musyawarah Nasional MUI, Agustus 2015, juga menetapkan Islam Wasathiyah sebagai paradigma pengabdian. Hal itu dituangkan dalam ‘Taujihat Surabaya’.

"Ini menjadi ruh setiap gerakan MUI di semua tingkatan, panduan pengurus di semua level, dalam merumuskan kebijakan," kata dia.

Sumber: Antara

Editor: Surya

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit