logo batamtoday
Jum'at, 17 Agustus 2018
Cluster-Botania-Garden


Hilangkan Istilah Sekolah Favorit, Nurdin Minta Kualitas Semua Sekolah Disamakan
Rabu, 11-07-2018 | 19:40 WIB | Penulis: Charles Sitompul
 
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.  

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun menegaskan, pentingnya pendidikan bagi generasi menjadi tanggung peemrintah dan semua pihak serta ditopang dengan lengkapnya fasilitas dan peningkatan kualitas sekolah. Generasi Kepri harus mendapat pendidikan yang baik di semua sekolah.

"Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan mutu belajar dan kelengkapan sekolah," ujar Nurdin saat meninjau ke Posko Pengaduan masyarakat di Kantor Sekretariat Pengawas SMA/SMK/SLB, Jalan Wiratno, Tanjungpinang, Rabu (11/7/2018).

Nurdin menambahkan, fenomena penumpukan di sekolah tertentu yang menjadi favorit siswa harus perlahan dihilangkan. Nurdin ingin semua sekolah memiliki kualitas yang sama.

"Rentang antar sekolah harus kita pangkas, kualitas belajar dan pengajar harus kita evaluasi, guru-guru juga akan terus dirolling agar semua sekolah setara baiknya," lanjut Nurdin.

Kepada pihak pengawas, Nurdin juga berpesan agar semua laporan yang telah masuk dapat diproses dengan terlebih dahulu dicross check. "Tahun depan harus lebih baik lagi jangan sampai kesalahan yang sama terulang lagi," pesan Nurdin.

Kedatangan Nurdin saat itu juga menjadi ajang curhat sejumlah orangtua siswa dan langsung ikut berdiskusi terkait dengan penerimaan siswa baru di Kepri.

Salah seorang orangtua murid siswa SMPN 5 Tanjungpinang mengaku, pihaknya telah mendaftarkan anaknya bernama Brian melalui sistem online untuk masuk ke SMA 1, 2 dan 4. Namun ternyata tidak bisa masuk ke ketiga sekolah tersebut karna didata online kuota sudah penuh.

"Padahal anak kami cukup berprestasi di sekolah, kenapa teman-temannya masuk tetapi dia tidak," keluh Ibu dari Brian.Hal yang sama juga dikatakan orangtua dari Calvin Rahardian, siswa SMPN 4 Tanjungpinang, di depan Gubernur Kepri, orangtua siswa ini mengatakan, amburadulnya sistim PPDB siswa SMA di Kepri sangat disesalkan yang mengakibatakan anaknya tidak lagi bisa mendaftar ke SMAN 1 dan 2 padahal selama belajar di sekolah prestasi yang diraih adalah selalu juara kelas.

"Sekarang dia tertekan dan sedih Pak Gubernur karena tidak bisa masuk SMA 1 atau 2," kata ayah dari Calvin tersebut.

Dari pihak posko pengaduan sendiri menyarankan untuk sementara mendaftar dulu ke kuota SMA yang masih kosong seperti SMAN 3 dan 5. Sementara pihaknya akan meninjau langsung permasalaahan yang terjadi di lapangan.

Koordinator pengaduan, Syamsul mengatakan, pihaknya terus memantu perkembangan sejumlah keluhan pendaftaran yang terjadi baik yang berada di dalam situs online juga keadaan di lapangan.

"Semua pengaduan yang masuk kita akan disusun dan tinjau langsung ke sekolah apakah data online sesuai dengan keadaan di lapangan," kata Syamsul.

Editor: Gokli

PKP
evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit