logo batamtoday
Selasa, 19 Juni 2018
Cluster-Botania-Garden


Gina Haspel, Wanita Pertama yang Pimpin CIA
Jum\'at, 18-05-2018 | 19:40 WIB | Penulis: Redaksi
 
Direktur baru CIA Gina Haspel. (Foto: AP Photo/Alex Brandon)  

BATAMTODAY.COM, Washington - Senat AS mengonfirmasi Gina Haspel (61 tahun) sebagai direktur wanita pertama CIA, Kamis (17/5/2018). Keputusan ini mengakhiri perdebatan mengenai kelayakan Haspel karena pernah menggunakan teknik waterboarding dalam menginterogasi tahanan.

Dalam pemungutan suara, pencalonannya mendapatkan dukungan dengan perolehan suara 54-45 oleh 100 anggota Senat. Enam anggota Partai Demokrat bergabung dengan mayoritas anggota Partai Republik untuk mendukung Haspel, dan hanya dua anggota Partai Republik yang menentang.

Haspel dikonfirmasi meski ada tentangan keras terhadap hubungannya dengan metode interogasi waterboarding di tahun-tahun setelah serangan 11 September di New York. Metode ini dilakukan dengan menenggelamkan tahanan dalam posisi gantung.

Haspel pada 2002 menjabat sebagai Kepala CIA di Thailand dan dituduh melakukan interogasi waterboarding di penjara rahasia di negara itu. Tiga tahun kemudian, dia dilaporkan telah memerintahkan penghancuran rekaman video dari interogasi tersebut.

Senator Republik John McCain, yang telah meninggalkan Washington saat dia tengah berjuang melawan kanker otak, mendesak Senat untuk tidak memilih Haspel. Dia sendiri tidak mengikuti pemungutan suara.

McCain yang pernah menjadi tawanan perang di Vietnam, mengatakan persetujuan terhadap Haspel akan mengirim pesan yang salah. Menurutnya, negara seharusnya mendukung penggunaan metode interogasi yang aman dan menjunjung nilai-nilai yang telah dicita-citakan.

Namun Haspel mendapat dukungan kuat dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, pejabat intelijen, dan banyak anggota parlemen termasuk Partai Demokrat. Senator dari Partai Demokrat Mark Warner yang ada di Komite Intelijen dan mengawasi pencalonan Haspel, turut mendukung pencalonannya.

"Saya percaya dia adalah seseorang yang bisa dan akan membela presiden, yang akan mengatakan kebenaran kepada penguasa jika presiden memerintahkannya untuk melakukan sesuatu yang ilegal atau tidak bermoral, seperti penyiksaan itu," kata Warner, dalam pidato Senat sebelum pemungutan suara dilakukan.

Kelompok-kelompok HAM dengan cepat mengecam pemungutan suara itu. Laura Pitter dari Human Rights Watch menyebutnya sebagai kegagalan AS untuk mengatasi pelanggaran masa lalu.

Trump mengajukan Haspel sebagai Direktur CIA pada Maret lalu untuk menggantikan Mike Pompeo yang kini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Gina sebelumnya menjabat sebagai wakil direktur CIA dan kemudian menjadi pelaksana tugas direktur CIA untuk menggantikan Pompeo sementara.

Presiden Trump melalui akun Twitter pribadinya telah mengucapkan selamat kepada Haspel. "Selamat untuk Direktur CIA baru kita, Gina Haspel!" tulis Trump.

Sebelumnya, Gina Haspel menawarkan diri untuk mundur dari pencalonannya sebagai direktur CIA. Niatan itu muncul di tengah kekhawatiran tentang perdebatan mengenai program interogasi yang keras akan menodai reputasi Haspel dan CIA.

Namun, pejabat Gedung Putih mengonfirmasi jika pencalonan Haspel sebagai Direktur CIA masih sesuai rencana dan tidak akan mundur. Berita soal rencana mundurnya Haspel pertama kali dilaporkan The Washington Post pada Ahad (6/5).

Sumber: Reuters
Editor: Dardani

Banner-glory-point
evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit