logo batamtoday
Senin, 28 Mei 2018
Cluster-Botania-Garden


Temu Kerukunan Umat Beragama
Bangun Harmoni Keberagaman, Nurdin Sebut Tidak Ada Ruang Intoleran di Kepri
Kamis, 15-02-2018 | 08:50 WIB | Penulis: Charles Sitompul
 
Nurdin dan seluruh tokoh agama serta sejumlah petinggi di Kepri bersama-sama bergandeng tangan untuk kekompakan seluruh elemen masyarakat Kepri dalam menjaga kerukunan (Foto: Charles Sitompul)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Nurdin Basirun menegaskan, tak ada ruang intoleransi di Republik Indonesia apalagi di Kepulauan Riau. Karena agama-agama di Indonesia tidak mengajarkan penyebaran kejahatan dan kebencian.

"Sebagai Indonesia, mari bersama menjaga empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang Undang Dasar 1945. Mari jadikan Kepri sebagai rumah dan surga untuk anak cucu kita," kata Nurdin saat menghadiri Temu Kerukunan Umat Agama di Batam Selasa malam.

Dengan NKRI, kata Nurdin tak ada yang lebih indah selain di Indonesia dengan kerukunannya. Ada belasan ribu pulau, ratusan suku bangsa. Semua direkatkan dengan keberagaman.

"Bhineka Tunggal Ika menguatkan kita semua. Keberkahan dengan NKRI dari Sabang sampai Marauke, Mianggas ke Pulau Rote. Semuanya ada di Kepri sebagai miniatur Indonesia. Kita kawal dan jaga bersama Kepri," kata Nurdin.

Nurdin berterima kasih atas gagasan terselenggaranya acara dengan tema 'Harmoni dalam Keberagaman' ini. Dia mengajak semua masyarakat Kepri bahu membahu bersama-sama menjaga empat pilar kebangsaan, kerukunan dan kedamaian Kepri.

Pada kesempatan itu, Nurdin juga meminta dengan hormat seluruh tokoh agama dan sejumlah petinggi di Kepri untuk bersama-sama dengan dirinya naik ke atas panggung dan bergandeng tangan untuk kekompakan seluruh elemen masyarakat Kepri dalam menjaga kerukunan.

Tampak yang naik ke panggung Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Kabinda Kepri Brigjen Pol Suharyono, Pembina Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) HM Soerya Respationo, Ketua Pelita KH Didi Suryadi, Kaploresta Barelang Hengki, Ketua PMI Kepri Isdianto, Ketua MUI Batam, Ketua DPRD Batam.

Selain itu, pada pembaca naskah Deklarasi Kerukunan di antaranya Sekertaris MUI Kota Batam mewakili Islam HM Santoso SE, mewakili Kristen Protestan Pendeta Hanny Andreas, mewakili Katolik Romo Lukas Sitepu, mewakili Hindu I Wayan Catra Yasa, mewakili Budha YM Bhikkhu Guttadhammo Thera dan mewakili Konghucu Susanto juga ikut ke atas panggung.

Ketua Dewan Pembina Pelita, HM Soerya Respationo, pada kesempatan itu membaca sebuah pemaparan dengan judul Kitab Sejati Tanpa Aksara. Di antara isinya, Soerya menyampaikan, dalam lintasan sejarah nusantara, agama tidak pernah sekadar mengurus urusan pribadi tetapi juga terlibat dalam urusan publik dan secara historis hidup religius dengan kerelaan menerima keragaman telah lama diterima sebagai suatu hal yang wajar oleh masyarakat.

Beberapa tokoh agama sebelum membacakan deklarasi kerukunan menyampaikan bahwa NKRI adalah rumah besar. Karena itu semua harus menjaga bersama keutuhan dan kerukunannya.

Sementara itu, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah yang menyampaikan sambutan Kapolda Kepri Irjen Pol Didit Widjanardi, mengajak semua pihak di Kepri untuk menjadikan daerah ini sebagai promotor ikon daerah yang penuh toleransi.

"Pemerintah pun harus menjadikan toleransi umat beragama di Kepri sebagai sebuah program," ujarnya.

Menurut anak jati Kepri ini, sekarang ada saja pihak tertentu yang ingin memporakporandakan negeri ini. Mereka ingin menceraiberaikan negeri ini. Salah satu sarana yang dimanfaatkan untuk menceraiberaikan masyarakat melalui media sosial.

"Mari bersama-sama memberikan masukan dan pencerahan kepada siapapun untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial dengan baik. Para tokoh agama bisa mengajak umat, jamaah untuk benar-benr memanfaatkan energi dengan beretika dan sopan santun yang baik," kata Yan Fitri.

Kapolda juga menyampaikan bahwa semuanya harus meningkatkan dialog untuk menjaga keharmonisan. Perbedaan adalah alat pemersatu dan perekat bangsa. Hidup saling berdampingi dan memghormati antar sesama. "Semoga kita selalu dalam kerukunan," katanya.

Editor: Udin

Banner-glory-point
evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit