logo batamtoday
Rabu, 21 Februari 2018
Cluster-Botania-Garden


Sebulan Dilaporkan Hilang
Tragis, Bocah 7 Tahun di Galang Ini Nyaris Tewas Dianiaya Bapak Kandung
Selasa, 13-02-2018 | 13:50 WIB | Penulis: Romi Chandra
 
Begini kondisi luka yang dialami Josua setelah dianiaya bapak kandungnya. (Foto: Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Seorang anak bernama Josua (7), nyaris meregang nyawa setelah mendapat penyiksaan dari bapak kandungnya, Johanes Sormin (53), di Tanjung Kelingking, Rempang Cate Galang.

Beruntung, ia diselamatkan warga dan dibawa ke rumah seorang bernama Pendi (44) di Tembesi Button, RT 01 RW 01 Kelurahan Kibing Batuaji, untuk dirawat.

Kapolsek Galang, AKP Heri Sujati, mengatakan, awalnya Josua dilaporkan hilang sejak tanggal 30 Desember 2017 lalu. Namun tidak dilaporkan oleh bapaknya sendiri. Pada tanggal 2 Januari 2018 barulah masyarakat mendatangi Mapolsek melaporkan karena tidak ada niat dari orangtuanya untuk mencari.

"Awalnya kami mengira korban sudah meninggal, karena informasi dari warga melihat korban sering dianiaya bapaknya. Begitu mendapat laporan, kita dibantu Unit Buser Satreskrim Polresta Barelang langsung melakukan pencarian jenazahnya," ungkap Heri, Selasa (13/2/2018).

Dijelaskan, pencarian selama tiga hari berturut-turut dilakukan ke hutan di sekitar lokasi. Sebab, pihaknya menduga bahwa pelaku sudah membunuh anaknya dan menguburkan atau membuangnya.

"Selama tiga hari berturut-turut kita lakukan penyirisan ke hutan. Namun tidak berhasil ditemukan. Barulah tanggal 7 Februari ini kita mendapat informasi kalau korban tinggal di Tembesi untuk diobati oleh Pendi," jelas heri.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, korban ternyata diselamatkan oleh dua orang warga, Gabe dan Sihombing yang sejak awal sudah dimintai keterangan pihaknya. Namun mereka tidak mau mengaku kalau sudah menyembunyikannya.

"Sekarang tiga orang yang diamankan, pelaku dan dua orang warga yang menyelamatkan. Dua warga ini ditahan karena memberikan keterangan palsu sebelum korban ditemukan. Bahkan hingga ditemukan mereka tidak mengaku. Setelah dipertemukan dengan anak itu mereka baru mengakui," lanjutnya.

Meskipun niatnya baik, namun Gabe dan asijombing terpaksa ditahan dengan tuduhan dugaan penculikan. "Mereka menutupinya sejak awal penyelidikan. Alasan mereka tidak mau mengatakan karena takut pada pelaku. Kalau mereka dari awal mengatakan pada kami, tentu tidak akan berlarut seperti ini," jelasnya.

Sejauh ini, Josua masih bersama Pendi, orangtua angkat yang mengasuh dan mengobati lukanya.

"Saat diantar ke rumah Pendi, kondisi korban sangat tragis, seluruh wajahnya lebam ditambah luka terkena seng pada pipi kiri. Sementara pantatnya dipenuhi memar bekas pukulan kayu. Sekarang kondisinya mulai membaik," pungkas Heri.

Editor: Yudha

Banner-glory-point
evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit